Cara Mencari Jurnal Referensi untuk Skripsi: Google Scholar, Garuda, SINTA, dan Sitasi APA
Panduan mencari jurnal referensi skripsi: kata kunci, Google Scholar, Garuda, SINTA, menyaring jurnal berkualitas, sitasi APA 7, serta Zotero dan Mendeley.
Pendahuluan
Seorang mahasiswa menyerahkan Bab II. Halamannya penuh, tetapi ketika dosen memeriksa daftar pustaka, hampir separuhnya berasal dari blog tanpa nama penulis, satu artikel ensiklopedia daring, dan beberapa “jurnal” yang tidak jelas penerbitnya. Saat ditanya bagaimana ia menemukan sumber-sumber itu, jawabannya jujur: “Saya ketik judul skripsi di Google, Pak, lalu ambil yang muncul.”
Cara itu tidak sepenuhnya salah sebagai titik awal, tetapi berbahaya jika berhenti di sana. Kualitas skripsi sangat bergantung pada kualitas rujukannya. Rujukan yang lemah membuat kerangka teori rapuh, kajian penelitian terdahulu tidak meyakinkan, dan ruang kebaruan penelitian sulit dibuktikan.
Artikel ini memandu Anda dari nol: menyiapkan kata kunci, mencari di Google Scholar dan Portal Garuda, memeriksa peringkat jurnal di SINTA, menyaring sumber yang layak, mencatatnya secara rapi, lalu menuliskan sitasi dan daftar pustaka dengan gaya APA memakai Zotero atau Mendeley.
Catatan penting. Alamat portal, fitur, dan ketentuan layanan seperti yang saya sebut di sini dicek pada 29 September 2026. Layanan daring sering berubah, jadi bila tampilannya berbeda, telusuri nama layanannya di mesin pencari atau tanyakan kepada pustakawan kampus Anda. Aturan format penulisan dan jumlah minimal rujukan juga berbeda antarkampus, sehingga pedoman skripsi di institusi Anda selalu menjadi acuan utama.
Setelah membaca artikel ini, Anda diharapkan mampu:
- membedakan sumber yang layak dan tidak layak untuk skripsi;
- menyusun kata kunci dan rangkaian pencarian yang efektif;
- memakai Google Scholar, Garuda, dan SINTA dengan benar;
- menyaring jurnal dan mengenali tanda jurnal bermasalah;
- mencatat literatur dalam matriks yang memudahkan penulisan Bab II;
- menulis sitasi dan daftar pustaka gaya APA, dibantu Zotero atau Mendeley.
1. Sumber Seperti Apa yang Layak untuk Skripsi?
1.1 Primer, sekunder, dan tersier
Booth, Colomb, Williams, Bizup, dan FitzGerald (2016) membedakan tiga jenis sumber: sumber primer (data atau laporan asli dari peneliti), sumber sekunder (karya yang menganalisis atau merangkum sumber primer), dan sumber tersier (rangkuman umum seperti ensiklopedia atau buku pengantar). Untuk skripsi, semakin dekat Anda dengan sumber primer, semakin kuat argumen Anda.
| Jenis sumber | Contoh | Peran dalam skripsi |
|---|---|---|
| Jurnal ilmiah (artikel penelitian) | Artikel hasil penelitian di jurnal yang ditelaah mitra bestari | Sumber utama untuk kajian teori dan penelitian terdahulu |
| Buku teks dan monograf | Buku metodologi, buku teori pendidikan | Landasan konsep dan definisi |
| Prosiding | Makalah seminar atau konferensi | Pelengkap, terutama untuk topik terbaru |
| Laporan lembaga dan dokumen resmi | Peraturan, kurikulum, statistik pemerintah | Konteks kebijakan dan data resmi |
| Skripsi, tesis, disertasi | Karya dari repositori kampus | Petunjuk ide dan rujukan; jangan jadi sumber utama |
| Blog, media sosial, ensiklopedia bebas | Artikel populer atau kolaboratif | Hanya untuk orientasi awal; telusuri rujukannya, jangan dikutip sebagai bukti |
1.2 Ciri sumber yang layak
Sumber yang baik untuk skripsi umumnya memenuhi lima hal:
- Relevan dengan variabel, fokus, subjek, atau konteks penelitian Anda.
- Kredibel: penulis dan penerbitnya jelas, dan artikelnya melalui proses penelaahan.
- Mutakhir: banyak kampus mensyaratkan sebagian besar rujukan berasal dari beberapa tahun terakhir. Ketentuannya berbeda-beda, jadi periksa pedoman kampus Anda. Buku klasik atau teori dasar tetap boleh dipakai bila memang menjadi rujukan utama bidangnya.
- Dapat ditelusuri: memiliki ISSN untuk jurnal, DOI untuk artikel, atau data penerbit yang jelas.
- Primer atau sedekat mungkin dengan primer.
1.3 Kenapa “kutipan dari kutipan” berbahaya
Sering kali mahasiswa menemukan suatu gagasan yang dikutip penulis lain, lalu mengutipnya seolah-olah membaca karya aslinya. Risikonya, penulis kedua bisa salah mengartikan gagasan itu, dan kesalahannya ikut terbawa. Telusuri sumber aslinya bila memungkinkan. Bila benar-benar tidak dapat diakses, gunakan sitasi sekunder dengan jujur (dibahas di bagian 8).
2. Sebelum Mencari: Siapkan Kata Kunci
Mengetik seluruh judul skripsi ke kotak pencarian jarang memberi hasil terbaik. Judul adalah kalimat, sedangkan mesin pencari bekerja lebih baik dengan konsep dan sinonimnya.
2.1 Pecah judul menjadi konsep
Contoh Kasus.
Judul: Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai di Rumah dengan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas V SD.
| Konsep | Sinonim dan istilah terkait (Indonesia) | Padanan bahasa Inggris |
|---|---|---|
| Intensitas penggunaan gawai | penggunaan gadget, durasi penggunaan ponsel pintar | smartphone use, screen time, gadget use |
| Hasil belajar PAI | prestasi belajar, hasil belajar pendidikan agama Islam | learning outcomes, academic achievement, Islamic education |
| Siswa sekolah dasar | anak usia sekolah dasar, siswa SD | elementary school students, primary school children |
Menyertakan padanan bahasa Inggris memperluas jangkauan Anda ke jurnal internasional, dan sinonim Indonesia menangkap artikel yang memakai istilah berbeda untuk konsep yang sama.
2.2 Gabungkan dengan operator pencarian
Sebagian besar mesin pencari akademik mengenali beberapa perintah dasar:
| Perintah | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Tanda kutip | Mencari frasa persis | “hasil belajar” |
| OR | Salah satu kata muncul | “gadget” OR “smartphone” |
| Tanda minus | Mengecualikan kata | -remaja |
| AND (atau spasi) | Semua kata harus muncul | “penggunaan gawai” “hasil belajar” |
Contoh rangkaian pencarian untuk kasus di atas:
"penggunaan gawai" "hasil belajar" siswa sekolah dasar"screen time" OR "smartphone use" "academic achievement" "elementary school"gadget "hasil belajar" "pendidikan agama Islam"
Mesin pencari tidak selalu memperlakukan operator dengan cara yang persis sama, jadi coba beberapa variasi. Bila hasilnya terlalu banyak, tambahkan konsep. Bila terlalu sedikit, longgarkan atau ganti dengan sinonim.
3. Google Scholar
3.1 Apa itu dan kelebihannya
Google Scholar adalah mesin pencari khusus literatur ilmiah yang gratis. Cakupannya luas dan mudah dipakai, sehingga cocok menjadi pintu pertama. Menurut laman bantuannya, Anda dapat memakai tautan “Cited by” dan “Related articles” untuk menemukan karya terkait, dan mencari nama penulis untuk melihat karya lain darinya (Google, n.d.).
3.2 Fitur yang perlu Anda kuasai
Berdasarkan laman bantuan resmi Google Scholar (Google, n.d.):
| Fitur | Kegunaan |
|---|---|
| Filter tahun | Pada panel samping, pilih “Since [tahun]” atau rentang tahun untuk membatasi hasil pada publikasi terbaru |
| Urutkan menurut tanggal | Menampilkan tulisan paling baru lebih dulu; hasil default diurutkan menurut relevansi |
| Cited by | Menampilkan karya yang mengutip artikel tersebut. Berguna untuk menelusuri perkembangan terbaru |
| Related articles | Menemukan dokumen serupa dengan hasil yang Anda temukan |
Operator author: |
Mencari karya penulis tertentu, misalnya author:"donald e knuth" |
| Advanced search | Ada di panel samping. Anda dapat membatasi kata pada judul, penulis, dan nama publikasi, serta membatasi tanggal |
| Tautan [PDF] atau [HTML] | Di sisi kanan hasil, menandai versi artikel yang dapat dibaca |
| Peringatan email (alert) | Menerima hasil baru untuk pencarian Anda secara otomatis |
Google Scholar juga menyediakan tombol Cite untuk menghasilkan sitasi dalam beberapa gaya, dan pilihan ekspor ke pengelola referensi. Hasil otomatis ini sering perlu diperbaiki, misalnya kapitalisasi judul atau penulisan nama, dan tidak selalu sesuai dengan edisi APA terbaru. Selalu periksa kembali sebelum memakainya (lihat bagian 9).
3.3 Langkah praktis
- Buka Google Scholar dan masukkan rangkaian pencarian dari bagian 2.
- Atur filter tahun sesuai ketentuan kampus Anda.
- Baca judul dan cuplikan, lalu buka artikel yang menjanjikan.
- Gunakan Cited by pada artikel yang sangat relevan untuk menemukan penelitian yang lebih baru.
- Gunakan Related articles untuk memperluas.
- Aktifkan alert untuk kata kunci utama agar Anda menerima publikasi baru sepanjang penulisan skripsi.
3.4 Batasan yang perlu diwaspadai
Google Scholar tidak menyaring kualitas. Hasilnya dapat mencakup jurnal bereputasi, tetapi juga jurnal yang bermasalah, dokumen yang belum ditelaah, dan berkas tak jelas asalnya. Jumlah sitasi hanyalah satu petunjuk dan bukan jaminan mutu. Karena itu, setelah menemukan artikel yang menarik, Anda tetap perlu memeriksa jurnalnya (bagian 6).
4. Portal Garuda
4.1 Apa itu Garuda
Garuda (Garba Rujukan Digital) adalah portal rujukan ilmiah Indonesia yang mengindeks artikel jurnal, prosiding, dan karya ilmiah lain dari akademisi dan peneliti Indonesia. Portal ini dikelola pemerintah melalui kementerian yang membidangi pendidikan tinggi dan riset. Nama dan alamat situsnya sudah beberapa kali berubah mengikuti nama kementerian. Pada saat saya memeriksa, alamatnya adalah garuda.kemdiktisaintek.go.id, dan laman depannya mencantumkan lebih dari lima juta artikel dari puluhan ribu jurnal, dengan pencarian biasa dan Advanced Search (Garba Rujukan Digital, n.d.). Angka ini terus berubah. Bila alamatnya tidak terbuka, cari “Portal Garuda” di mesin pencari.
4.2 Kelebihan dan batasan
| Kelebihan | Batasan |
|---|---|
| Fokus pada publikasi Indonesia, sehingga relevan untuk konteks lokal (sekolah, kurikulum, kebijakan Indonesia) | Kualitas artikel beragam karena mencakup banyak jurnal |
| Gratis dan dapat difilter berdasarkan berbagai kriteria | Tidak semua artikel tersedia teks lengkap di portal; sering kali Anda diarahkan ke situs jurnalnya |
| Cocok untuk menemukan penelitian terdahulu dengan subjek atau lokasi serupa | Pencarian hanya menemukan yang terindeks di Garuda |
4.3 Cara memakainya
- Buka Garuda dan ketik kata kunci Indonesia dari bagian 2 pada kotak pencarian.
- Gunakan Advanced Search bila ingin membatasi pada penulis atau judul tertentu.
- Buka artikel, lalu ikuti tautan ke situs jurnal untuk membaca atau mengunduh teks lengkapnya.
- Periksa peringkat jurnalnya di SINTA (bagian 5) sebelum memutuskan memakainya sebagai rujukan utama.
5. SINTA dan Peringkat Jurnal
5.1 Apa itu SINTA dan S1 sampai S6
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeks yang menampilkan profil peneliti, institusi, dan jurnal nasional. Akreditasi jurnal nasional dilakukan melalui sistem Arjuna, dan hasilnya dinyatakan dengan peringkat SINTA, mulai dari S1 sampai S6 (ANTARA, 2025). S1 adalah peringkat tertinggi dan S6 yang terendah di antara jurnal yang terakreditasi. Saat saya memeriksa, SINTA dapat diakses di sinta.kemdiktisaintek.go.id (Science and Technology Index, n.d.). Seperti Garuda, alamatnya dapat berubah.
5.2 Cara mengecek sebuah jurnal
- Buka SINTA dan cari jurnal berdasarkan nama atau ISSN.
- Buka profil jurnal dan lihat peringkat akreditasinya serta keterangan masa berlaku.
- Cocokkan nama, ISSN, dan penerbit dengan jurnal yang Anda baca.
5.3 Hal yang perlu dipahami
- Jangan percaya klaim di situs jurnal begitu saja. Sebuah jurnal bisa mencantumkan “terindeks SINTA” di lamannya. Verifikasilah di SINTA.
- Peringkat melekat pada jurnal, bukan pada setiap artikel. Artikel di jurnal S1 pun tetap perlu Anda nilai relevansi dan kualitasnya.
- Peringkat dapat berubah seiring evaluasi berkala, dan status akreditasi memiliki masa berlaku.
- Tidak semua rujukan harus dari jurnal S1 atau S2. Jurnal terakreditasi dengan peringkat lebih rendah tetap dapat menjadi rujukan yang sangat relevan. Pilihlah berdasarkan kecocokan topik, kualitas metodologi, dan ketentuan kampus.
6. Sumber Lain yang Berguna
| Sumber | Kegunaan | Catatan |
|---|---|---|
| Perpustakaan kampus | Akses ke basis data berlangganan, e-book, dan bantuan pustakawan | Sering menyediakan akses dari luar kampus lewat akun atau proksi. Tanyakan caranya |
| Repositori kampus | Skripsi, tesis, dan artikel dosen | Baik untuk menemukan rujukan dan contoh struktur, bukan sebagai sumber utama |
| DOAJ (Directory of Open Access Journals) | Direktori jurnal akses terbuka yang dikurasi | Kehadiran di DOAJ dapat menjadi salah satu petunjuk mutu |
| e-Resources Perpusnas | Layanan sumber daya elektronik Perpustakaan Nasional | Alamat dan ketentuan akses dapat berubah |
| Scimago Journal Rank | Melihat kuartil (Q1 sampai Q4) jurnal internasional yang terindeks Scopus | Gratis untuk dilihat |
| Google Scholar dan basis data internasional | Jurnal internasional dan konteks global | Bantu dengan padanan kata kunci bahasa Inggris |
Bagaimana bila jurnalnya berbayar?
Gunakan jalur yang sah dan bertahap:
- Cek akses kampus melalui perpustakaan.
- Cari versi akses terbuka. Google Scholar sering menampilkan tautan versi lain di sisi kanan hasil, misalnya dari repositori penulis atau lembaga.
- Hubungi penulis lewat email. Banyak penulis dengan senang hati mengirim salinan artikelnya untuk keperluan akademik.
- Minta bantuan pustakawan untuk layanan pinjam antarperpustakaan.
Hindari situs pengunggah ilegal. Selain berisiko melanggar hak cipta, sumber itu sering tidak dapat dipertanggungjawabkan dan sulit ditelusuri.
7. Menyaring Jurnal: Layak atau Tidak?
7.1 Daftar periksa penilaian
Sebelum memasukkan sebuah artikel ke daftar rujukan, periksa hal-hal berikut:
| Aspek | Pertanyaan pemeriksaan |
|---|---|
| Relevansi | Apakah variabel, subjek, konteks, atau metodenya berkaitan dengan penelitian saya? |
| Jurnal | Apakah jurnalnya jelas: ISSN, penerbit, dewan redaksi, dan peringkat di SINTA atau indeks lain? |
| Penulis | Apakah penulis dan afiliasinya jelas? |
| Metodologi | Apakah metode, subjek, dan analisis dijelaskan cukup rinci? |
| Kemutakhiran | Apakah tahun terbitnya sesuai kebutuhan dan ketentuan kampus? |
| Keterlacakan | Adakah DOI atau tautan yang benar-benar berfungsi? |
| Keterkaitan | Apakah artikel ini dikutip atau dirujuk peneliti lain? Tidak menentukan, tetapi bisa menjadi petunjuk |
7.2 Mengenali jurnal yang bermasalah
Sebagian penerbit menawarkan publikasi tanpa penelaahan yang sungguh-sungguh. Beberapa tandanya:
- menjanjikan penerbitan sangat cepat tanpa proses telaah yang wajar;
- biaya tidak transparan atau baru disebut setelah naskah diterima;
- ruang lingkup terlalu luas tanpa fokus;
- dewan redaksi tidak jelas atau memakai nama yang tidak dapat diverifikasi;
- ISSN tidak cocok dengan penerbit atau tidak dapat diverifikasi;
- klaim indeksasi yang tidak dapat dibuktikan di portal resminya.
Jika ragu, verifikasi lewat SINTA, DOAJ, dan portal ISSN internasional, lalu tanyakan kepada pustakawan atau dosen pembimbing. Ada pula daftar periksa bernama Think. Check. Submit. yang membantu menilai kredibilitas jurnal.
7.3 Peringatan tentang rujukan buatan AI
Asisten AI dapat membantu menyarankan kata kunci atau menjelaskan konsep, tetapi dapat menyusun rujukan yang terlihat meyakinkan padahal tidak ada: judul, penulis, atau DOI yang dikarang. Jangan pernah memasukkan rujukan dari AI ke daftar pustaka sebelum Anda menemukannya sendiri di sumber aslinya, lengkap dengan DOI atau tautan yang berfungsi, dan membaca isinya.
7.4 Contoh penyaringan
Contoh Kasus (ilustratif). Untuk skripsi tentang gawai dan hasil belajar, seorang mahasiswa menemukan empat sumber:
| Sumber | Kondisi | Keputusan |
|---|---|---|
| A | Artikel jurnal 2023, terakreditasi di SINTA (sudah dicek), survei pada 120 siswa SD, ada DOI | Simpan sebagai rujukan inti |
| B | Blog “10 Dampak Gawai pada Anak” tanpa nama penulis | Jangan dikutip; hanya untuk orientasi ide |
| C | Jurnal dengan klaim “terindeks SINTA”, tetapi tidak ditemukan di SINTA; janji terbit dalam tiga hari; ruang lingkup semua bidang | Curigai; verifikasi dulu, bila tidak terbukti hindari |
| D | Skripsi 2019 di repositori kampus lain dengan topik sama | Petunjuk: baca daftar pustakanya dan cari sumber aslinya |
7.5 Membaca artikel secara efisien
Anda tidak perlu membaca setiap artikel dari awal sampai akhir. Bacalah bertahap:
- Judul dan abstrak: apakah relevan?
- Pendahuluan dan kesimpulan: apa pertanyaan dan jawabannya?
- Metode: bagaimana penelitiannya dilakukan, dengan subjek siapa?
- Hasil dan pembahasan: hanya untuk artikel yang benar-benar inti.
Jangan mengutip artikel yang hanya Anda baca abstraknya bila klaim yang Anda ambil bergantung pada isi.
8. Mencatat Literatur dengan Matriks
Tanpa catatan yang rapi, puluhan artikel akan menumpuk dan Anda lupa apa yang dikatakan masing-masing. Matriks literatur membantu Anda membandingkan, menemukan pola, dan melihat kesenjangan, yang kemudian menjadi bahan Bab II dan pembahasan.
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Sitasi | Penulis dan tahun, ditulis dalam format APA |
| Tujuan | Apa yang ingin dijawab penelitian itu |
| Metode dan subjek | Jenis penelitian, populasi atau informan, instrumen |
| Temuan utama | Ringkasan hasil dengan bahasa Anda sendiri |
| Keterbatasan | Kelemahan atau batasan yang diakui atau yang Anda lihat |
| Kegunaan untuk skripsi saya | Di bagian mana ia akan dipakai: teori, penelitian terdahulu, metode, atau pembahasan |
Contoh isian (fiktif).
Sitasi Tujuan Metode dan subjek Temuan Keterbatasan Kegunaan Penulis A (2023) Mengetahui hubungan durasi gawai dan hasil belajar Korelasional, 120 siswa SD Hubungan negatif lemah Data hanya dari satu kota Penelitian terdahulu, dan pembanding hasil
Setelah matriks terisi, cari pola: apa yang disepakati banyak penelitian, apa yang bertentangan, dan apa yang belum diteliti. Pada titik itu Anda dapat merumuskan kebaruan penelitian dengan dasar yang kuat, sebagaimana dibahas di artikel tentang menyusun judul skripsi.
Saat menulis, parafrasekan dengan bahasa sendiri dan tetap cantumkan sumbernya. Mengganti beberapa kata tanpa mengubah struktur kalimat, lalu tidak mencantumkan sumber, tergolong plagiarisme. Prinsip kejujuran ilmiah ini juga dibahas di Part 1 seri metodologi.
9. Sitasi dan Daftar Pustaka Gaya APA
Panduan yang menjadi rujukan gaya APA adalah Publication Manual of the American Psychological Association edisi ke-7 (American Psychological Association, 2020). Banyak kampus di Indonesia mengadopsi APA, tetapi dengan penyesuaian sendiri, misalnya memakai “dan” atau “dkk.” pengganti “&” dan “et al.”, atau mencantumkan kota terbit untuk buku. Ikuti pedoman kampus Anda bila berbeda dari contoh di bawah.
9.1 Sitasi dalam teks
| Situasi | Format (contoh) |
|---|---|
| Satu penulis, dalam kurung | (Sugiyono, 2019) |
| Dua penulis, dalam kurung | (Creswell & Creswell, 2018) |
| Tiga penulis atau lebih | (Fraenkel et al., 2012) |
| Naratif (nama sebagai bagian kalimat) | Creswell dan Creswell (2018) menyatakan bahwa … |
| Kutipan langsung pendek | (Sugiyono, 2019, hlm. xx) (halaman ditulis sesuai sumber) |
| Sitasi sekunder | (Glaser & Strauss, 1967, dalam Charmaz, 2014) |
Sitasi sekunder hanya dipakai bila sumber asli benar-benar tidak dapat diakses. Pada daftar pustaka, yang dicantumkan hanya sumber yang Anda baca (Charmaz, 2014), bukan sumber aslinya.
Kutipan langsung dipakai sangat hemat dan hanya bila redaksi aslinya penting. Untuk kebanyakan kebutuhan, parafrase dengan sitasi lebih baik.
9.2 Daftar pustaka
Aturan umum: urutkan abjad menurut nama belakang penulis pertama; setiap sumber yang dikutip dalam teks harus ada di daftar pustaka, dan sebaliknya.
Artikel jurnal. Nama jurnal dan volume dicetak miring. Kotak kode di bawah tidak dapat menampilkan huruf miring, jadi terapkan sendiri di Word atau biarkan pengelola referensi yang mengaturnya.
Nama belakang, Inisial., & Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman awal–akhir. https://doi.org/xxxxx
Contoh nyata:
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Tampilan yang benar:
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Buku. Judul buku dicetak miring:
Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku (edisi). Penerbit.
Contoh:
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Skripsi atau tesis dari repositori.
Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul skripsi [Skripsi sarjana, Nama Universitas]. Nama Repositori. URL
Laman web.
Nama organisasi atau penulis. (Tahun, bulan tanggal). Judul laman. Nama situs. URL
Catatan tentang gaya buku. Pada edisi ke-7 APA, kota penerbit tidak lagi ditulis. Daftar pustaka pada artikel-artikel seri metodologi di blog ini masih mencantumkan kota terbit untuk buku, sesuai kebiasaan banyak kampus di Indonesia. Jadi cocokkan dengan pedoman kampus Anda.
Nama Indonesia. Karena banyak nama Indonesia tidak memiliki nama keluarga, aturan penulisan nama penulis berbeda antarkampus. Ikuti pedoman kampus, dan tulislah secara konsisten.
10. Zotero dan Mendeley: Pengelola Referensi
Pengelola referensi menyimpan data sumber, menghasilkan sitasi, dan menyusun daftar pustaka otomatis di Microsoft Word. Anda tidak perlu mengetik ulang setiap sitasi, dan perubahan gaya dapat diterapkan sekali klik.
10.1 Perbandingan ringkas
| Aspek | Zotero | Mendeley |
|---|---|---|
| Sifat | Perangkat lunak gratis dan terbuka, nirlaba | Gratis dengan model freemium, dari penerbit Elsevier |
| Penyimpanan berkas gratis | 300 MB untuk berkas lampiran yang disimpan di server Zotero; paket berbayar tersedia untuk kapasitas lebih besar (Corporation for Digital Scholarship, n.d.) | Sekitar 2 GB untuk akun gratis (Syracuse University Libraries, n.d.) |
| Ekstensi peramban | Zotero Connector | Web Importer |
| Plugin Word | Terpasang bersama aplikasi | Mendeley Cite (pengaya Word) |
| Aplikasi desktop | Ada, lintas sistem | Mendeley Desktop lama tidak lagi dapat diunduh sejak 1 September 2022; kini memakai Mendeley Reference Manager (Syracuse University Libraries, n.d.) |
| Google Docs | Didukung lewat plugin tersendiri | Mendeley Cite tidak dapat menyisipkan sitasi di Google Docs (Syracuse University Libraries, n.d.) |
Kapasitas dan ketentuan layanan dapat berubah, jadi periksa laman resmi masing-masing sebelum memutuskan. Keduanya mampu menghasilkan sitasi APA. Yang terpenting adalah memilih satu dan konsisten memakainya.
10.2 Alur kerja dengan Zotero (dapat diterapkan serupa di Mendeley)
- Pasang Zotero dan ekstensi peramban (Connector).
- Simpan sumber dengan mengeklik ikon Connector saat membuka halaman artikel atau hasil pencarian. Zotero mengambil judul, penulis, tahun, jurnal, dan DOI.
- Periksa metadata setiap entri. Ini langkah yang sering dilewatkan. Kesalahan kecil seperti nama penulis terbalik atau judul seluruhnya berhuruf kapital akan tampil apa adanya di daftar pustaka.
- Kelompokkan ke dalam koleksi menurut bab atau topik.
- Pasang plugin Word, lalu gunakan menu Add/Edit Citation untuk menyisipkan sitasi di teks.
- Pilih gaya APA edisi ke-7 (atau gaya yang diwajibkan kampus), lalu buat daftar pustaka dengan Add/Edit Bibliography.
- Cadangkan perpustakaan Anda secara berkala. Anda dapat mengekspor ke format umum (misalnya RIS atau BibTeX) untuk berpindah pengelola referensi bila perlu.
10.3 Peringatan penting
Pengelola referensi menyalin data yang ada. Jurnal Indonesia sering memiliki metadata yang tidak lengkap atau tidak konsisten, sehingga hasilnya perlu diperiksa manual. Pastikan pula setiap sitasi di teks sudah muncul di daftar pustaka, dan sebaliknya.
11. Alur Kerja Pencarian dalam Satu Minggu
Berikut contoh alur yang dapat Anda sesuaikan:
| Hari | Kegiatan | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Pecah judul menjadi konsep, susun kata kunci Indonesia dan Inggris | Tabel kata kunci |
| 2 | Cari di Google Scholar dan Garuda dengan rangkaian pencarian | Daftar kandidat 30 sampai 50 artikel |
| 3 | Periksa jurnal di SINTA, DOAJ, dan lainnya; saring dengan daftar periksa | Daftar terpilih |
| 4 | Unduh yang tersedia; cari alternatif akses untuk yang berbayar | Berkas artikel |
| 5 | Baca bertahap dan isi matriks literatur | Matriks terisi |
| 6 | Masukkan ke Zotero atau Mendeley, periksa metadata | Perpustakaan referensi rapi |
| 7 | Tulis kerangka Bab II berdasarkan matriks | Kerangka tinjauan pustaka |
Jumlah artikel dan waktu hanyalah contoh. Sesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan kampus.
12. Sepuluh Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
- Memakai blog atau situs tanpa penulis sebagai sumber utama.
- Hanya mencari di satu portal, lalu menyimpulkan tidak ada penelitian terdahulu.
- Mengutip artikel yang hanya dibaca abstraknya.
- Memercayai klaim “terindeks SINTA” tanpa memeriksanya di SINTA.
- Memakai rujukan lama tanpa alasan padahal ada penelitian yang lebih baru.
- Bergantung pada sitasi sekunder tanpa upaya mencari sumber aslinya.
- Daftar pustaka tidak sinkron dengan teks.
- Tidak memeriksa metadata hasil pengelola referensi.
- Memasukkan rujukan hasil asisten AI tanpa memverifikasinya di sumber asli.
- Memparafrasekan terlalu dekat dengan teks asli, atau mengunduh dari sumber ilegal.
13. Latihan
Soal 1. Judul skripsi: Pengaruh Media Video terhadap Hasil Belajar Fikih Siswa MI Kelas IV. Pecah menjadi konsep, sebutkan sinonim atau padanan Inggrisnya, dan susun dua rangkaian pencarian.
Soal 2. Ubahlah data berikut ke format daftar pustaka APA (tanpa DOI): penulis Guest, Bunce, dan Johnson; tahun 2006; judul How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability; jurnal Field Methods, volume 18, nomor 1, halaman 59 sampai 82.
Soal 3. Sebuah situs jurnal menyatakan “Terindeks SINTA 2”. Bagaimana Anda memeriksa kebenarannya?
Jawaban.
- Konsep: media video (video media, instructional video, learning video); hasil belajar (learning outcomes, academic achievement, prestasi belajar); fikih (Islamic jurisprudence, fiqh); siswa MI (madrasah ibtidaiyah students, elementary madrasah). Contoh rangkaian: (a)
"media video" "hasil belajar" fikih madrasah ibtidaiyah; (b)"instructional video" OR "learning video" "learning outcomes" madrasah. - Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability. Field Methods, 18(1), 59–82. Tambahkan DOI bila tersedia.
- Buka SINTA, cari jurnal itu berdasarkan nama atau ISSN, lalu lihat peringkat dan masa berlaku akreditasinya. Bila tidak ditemukan atau peringkatnya berbeda dari klaim, anggap klaim itu belum terbukti, dan verifikasi lewat pustakawan atau dosen pembimbing.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah jurnal minimal untuk skripsi? Tidak ada angka yang berlaku umum. Ketentuannya berbeda antarkampus dan program studi. Lihat pedoman penulisan skripsi Anda atau tanyakan kepada pembimbing. Yang lebih penting daripada jumlah adalah relevansi dan kualitas sumbernya.
Bolehkah memakai skripsi orang lain sebagai referensi? Umumnya boleh sebagai pelengkap, dengan sitasi yang benar, tetapi jangan menjadikannya sumber utama. Gunakan untuk menemukan ide dan daftar rujukan, lalu telusuri sumber aslinya. Sebagian kampus membatasi hal ini, jadi periksa pedomannya.
Bolehkah Wikipedia atau blog dikutip? Untuk orientasi awal boleh dibaca, tetapi jangan dijadikan bukti utama dalam skripsi. Telusuri rujukan yang dipakainya, lalu kutip sumber aslinya.
Zotero atau Mendeley, mana yang lebih baik? Keduanya mampu menghasilkan sitasi dan daftar pustaka APA. Pilih yang paling nyaman dan didukung oleh kampus atau lingkungan kerja Anda, lalu konsisten memakainya. Periksa ketentuan kapasitas dan fitur terbaru di laman resminya.
Bagaimana bila jurnalnya berbayar? Cek akses melalui perpustakaan kampus, cari versi akses terbuka, hubungi penulis, atau minta bantuan pustakawan untuk pinjam antarperpustakaan.
Rangkuman
- Prioritaskan sumber primer dan kredibel: jurnal yang ditelaah, buku teks, dan dokumen resmi. Blog dan ensiklopedia bebas hanya untuk orientasi.
- Pecah judul menjadi konsep dan sinonim (Indonesia dan Inggris), lalu susun rangkaian pencarian dengan tanda kutip dan operator OR.
- Google Scholar luas tetapi tidak menyaring mutu. Garuda kuat pada publikasi Indonesia. SINTA memverifikasi peringkat akreditasi jurnal (S1 sampai S6). Peringkat melekat pada jurnal, bukan pada setiap artikel.
- Verifikasi jurnal sebelum memakainya: ISSN, penerbit, SINTA, DOAJ, dan kewajaran proses penerbitan.
- Jangan memasukkan rujukan buatan AI sebelum menemukannya sendiri di sumber asli.
- Catat literatur dalam matriks, gunakan Zotero atau Mendeley, dan periksa manual metadata serta kesesuaian sitasi dengan daftar pustaka.
- Ikuti pedoman kampus untuk gaya sitasi dan ketentuan rujukan.
Pertanyaan Refleksi
- Berapa persen rujukan Anda saat ini yang benar-benar Anda baca isinya, bukan hanya abstraknya?
- Bagi sumber-sumber Anda saat ini ke dalam kategori primer, sekunder, dan tersier. Apakah proporsinya sudah sehat?
- Adakah jurnal dalam daftar Anda yang belum pernah Anda periksa di SINTA atau sumber lain?
- Bila dosen memeriksa daftar pustaka Anda hari ini, mana bagian yang paling mungkin dipertanyakan?
Artikel Terkait
- Cara Menyusun Judul Skripsi yang Layak: Dari Ide Mentah ke Judul yang Bisa Diteliti
- Part 1: Apa Itu Metodologi Penelitian?
- Part 2: Jenis-Jenis Penelitian dan Cara Menentukannya
- Part 3: Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Daftar Pustaka
American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.
ANTARA. (2025). 110 jurnal terbitan Undip tembus akreditasi jurnal nasional. https://megapolitan.antaranews.com/berita/384925/110-jurnal-terbitan-undip-tembus-akreditasi-jurnal-nasional
Booth, W. C., Colomb, G. G., Williams, J. M., Bizup, J., & FitzGerald, W. T. (2016). The craft of research (4th ed.). University of Chicago Press.
Corporation for Digital Scholarship. (n.d.). Zotero storage. Zotero. https://www.zotero.org/storage
Garba Rujukan Digital (Garuda). (n.d.). Garuda: Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/
Google. (n.d.). Google Scholar search help. https://scholar.google.com/intl/en/scholar/help.html
Science and Technology Index (SINTA). (n.d.). SINTA. https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/
Syracuse University Libraries. (n.d.). Mendeley. https://researchguides.library.syr.edu/Mendeley
Informasi tentang alamat dan ketentuan layanan pada artikel ini diperiksa pada 29 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.